“Tatap mata Ojan!”
Bagi sebagian kalian generasi Z yang tumbuh di tahun 2010-an pasti nggak asing dengan istilah tersebut. Istilah tersebut dipopulerkan oleh salah satu acara tv bernama Sketsa. Istilah tersebut digunakan oleh Ojan yakni karakter pesulap cilik untuk mensugesti atau menghipnotis targetnya.
Nggak harus jadi pesulap, tanpa kita sadari sebenarnya kita juga menggunakan “mantra” dalam kehidupan kita sehari-hari, loh. Bukan mantra simsalabim prok prok prok, abracadabra, atau wingardium leviosa melainkan kata afirmasi yang fungsinya sama-sama magical.
Kata afirmasi berupa pernyataan-pernyataan positif yang kita buat untuk diri kita sendiri, fungsinya seperti “mantra” yang mensugesti kita untuk tetap positif menjalani hidup.
Sekarang, coba kalian ingat situasi seperti ini, kalian melihat ada kompetisi debat Bahasa Inggris namun saat belum daftar pun kalian sudah berpikir, “Ah mana bisa, nulis status di media sosial saja banyak grammar dan bahasa yang salah,” dan akhirnya kalian tidak ikut kompetisi tanpa tahu kemampuan kalian yang sebenarnya.
Atau, situasi dimana kalian melihat gebetan kalian yang belum mengenal kalian tapi kalian sudah berpikir, “Ah mana mungkin dia suka aku yang jelek begini,” dan akhirnya kalian hanya bisa memendam perasaan kalian tanpa tahu barangkali gebetan kalian memiliki perasaan yang sama seperti kalian.
Begitu banyak kemungkinan yang mungkin terjadi namun pupus hanya karena pikiran negatif terhadap diri kalian sendiri.
Pikiran memutuskan arah masa depan kita, pikiran yang positif termanifestasi ke dalam kata-kata yang menjaga kita untuk tetap berada di jalur yang tepat. Kata afirmasi ini bekerja seperti pengingat saat kalian mulai meragukan diri kalian sendiri. Jadi, daripada mengafirmasi diri kalau kalian tidak bisa, kalian bisa mulai berlatih menggunakan kata afirmasi positif.
Kata afirmasi sudah banyak terbukti berhasil sebagai metode pengembangan diri, penyembuhan diri, pengendalian diri dan masih banyak lagi. Kata afirmasi membuat penggunanya tetap optimis ketika menghadapi masalah dan juga membantu mencari solusi untuk setiap permasalahan.
Situasi dimana kalian dihadapkan dengan permasalahan, namun pikiran kalian terblokade dengan pikiran-pikiran buruk tentang ketidakmampuannya diri kalian menyelesaikan masalah tersebut. Masalah bukannya selesai, mungkin malah menambah permasalahan baru.
Kata afirmasi juga salah satu perwujudan dari act of self-love. Self-love merupakan kegiatan mencintai dan menghargai diri sendiri. Banyak dari kita menguras energi kita untuk orang lain, tanpa menyisakannya untuk diri sendiri. Padahal diri kita sendiri yang paling membutuhkan kenyaman dari diri sendiri.
Sebagai manusia, tentu kita menyukai mendengar hal-hal yang baik tentang diri kita. Hal-hal tersebut memenuhi pikiran dan perasaan yang mendorong kita mempunyai positive vibe, keadaan tersebut memudahkan kita mewujudkan apa yang kita inginkan. Ketika kita memiliki level positivitas yang tinggi, kita pun terbuka akan sesuatu dan kesempatan baru yang membantu pengembangan diri.
Afirmasi merupakan olahjiwa yang sifatnya sama seperti olahraga, harus dilatih dan dilakukan rutin.
Kalian bisa melihat contoh-contoh kata afirmasi yang bertebaran di internet, mungkin menulisnya di buku, menempelkannya di dinding kamar, memasangnya jadi wallpaper handphone atau masih banyak lagi yang sekiranya mudah kalian lihat dan jangkau.
Atau, kalian bisa membuat kata afirmasi kalian sendiri. Buatlah bernada positif, sesuatu yang sedang ingin kalian capai dan tambahkan unsur-unsur perasaan. Kata afirmasi yang dibuat sendiri akan terkesan lebih pribadi, dekat dengan diri dan mudah untuk masuk ke alam bawah sadar.
Kata-kata seperti “Aku nyaman menjadi diri sendiri yang bisa membuat orang disekitarku bahagia,” “Aku senang bisa menulis dan tulisan ini bisa menginspirasi orang lain,” atau “Aku layak dicintai dan aku harus fokus pada orang-orang yang sudah mencintaiku.”
Buatlah banyak kata afirmasi karena kalian pantas mendapatkannya. Berlatihlah menggunakannya setiap hari, jadikanlah sebagai rutinitas yang tidak bisa dipisahkan dari hidup kalian.
Memang terlihat mudah melakukannya, hanya seperti berbicara dengan diri sendiri didepan kaca, mengatakan kata-kata serba positif agar diri ikut tersugesti. Namun, dibutuhkan komitmen dan konsistensi agar hasilnya maksimal. Usaha yang sungguh-sungguh tidak akan berkhianat.
Kalian sudah lelah berjuang sendiri mencari sesuatu untuk diri kalian, jadi tidak ada salahnya menghargai dan sayangi diri sendiri karena kalian sudah berusaha keras sampai sejauh ini. Daripada mencari orang lain untuk melakukannya, kalian bisa melakukannya dan “memantrai” diri kalian sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar